728x90 AdSpace

Latest News
Selasa, 16 Desember 2014

23 Tahun Menolak Islam, Akhirnya Masuk Islam 10 Hari Sebelum Meninggal

Rahim Tabet | 14.44 |
Abdur Rahim Green
ABDUR Rahim yang dikenal sebagai pengkhotbah di Inggris, setelah masuk Islam lebih dari 20 tahun lalu, tidak menyangka ayahnya, Gavin Green, ikut bersamanya dalam barisan Islam. Ayahnya memeluk Islam hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal dunia.

Gavin Green mantan Direktur Barclays Bank di Kairo, Mesir.

Abdur Rahim Green senantiasa teringat sabda Nabi SAW: “Semoga wajahnya digosok dengan debu (dipermalukan), jika seseorang yang salah satu orang tuanya mencapai usia tua, dan dia tidak masuk Surga karena tidak melayani mereka (orang tuanya).”

Juga hadist, seorang pria datang kepada Nabi untuk berantusias bergabung dengan perang, orang itu berkata kepada Nabi: “Saya meninggalkan ibu saya menangis. Dan Nabi berkata kepadanya: “Kembalilah dan jangan tinggalkan dia, sampai Anda meninggalkan dia dengan tertawa.”

Abdul Rahim mengatakan, “Itulah mengapa saya memutuskan untuk menghabiskan beberapa waktu dengan ibu saya setelah kematian ayah saya.

Allah SWT mengatakan kepada kita untuk menyampaikan pesan (agama), tetapi tidak boleh memaksa siapa pun untuk masuk Islam. Tugas kita hanya menyampaikan pesan, menjelaskan kepada orang lain dengan cara terbaik yang kita bisa, dengan bimbingan melalui Tangan Allah yang Maha Kuasa. Saya ingin bercerita tentang kematian ayah saya, yang bagi saya luar biasa, yakni hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal ia mendapat hidayah untuk mengucapkan Syahadat.

Saya tidak pernah berpikir bahwa ayah saya akan mengucapkan Syahadat. Ayah saya seorang yang luar biasa, berkepribadian luar biasa, dan tidak ada yang bisa menggambarkan dia sebagai orang buruk.

Selama 23 tahun, sejak saya menjadi seorang Muslim, saya telah mengundang ayah saya ke Islam. Dan saya memutuskan untuk memberikan contoh terbaik saya, bagaimana Islam seharusnya, bagaimana Islam harus hidup, bagaimana Islam mengajarkan saya untuk menghormati dia sebagai orangtua. Tapi saya pikir, ayah saya telah tertutup terhadap Islam. Jadi saya tidak punya banyak harapan bahwa ia akan menjadi seorang Muslim.

Hari-hari Terakhir di Portugal


Setiap mualaf yang memiliki orang tua yang belum Muslim, selalu menghadapi dilema. Ayah saya telah sakit selama beberapa tahun, dan ibu saya benar-benar telah merasa, ia tidak akan pulih. Suatu ketika saya kembali dari Inggris, untuk mengunjungi ayah saya di rumah sakit. Saya menatapnya, dan saya merasa ia akan meninggal malam ini. Jadi, saya berpikir, jika saya tidak mengatakan sesuatu, saya bisa menyesal.

Sebelumnya sebenarnya saya telah mengajak dia untuk masuk Islam melalui banyak cara. Tapi saya berpikir, kali ini merupakan upaya terakhir.

Saya membutuhkan waktu yang lama memikirkan, apa yang bisa saya katakan. Bagaimana saya bisa mengatakan itu? Apa cara yang tepat untuk mendekatinya? Dia sudah sangat sakit, jadi saya tidak ingin dia tertekan. Saya tidak ingin membuatnya lebih marah.

Sejujurnya saya takut, ia mungkin mengatakan, “Tidak,” dan menolak ajakan saya. Atau saya khawatir, jika ia mengucapkan Syahadat dan masuk ke dalam Islam, lantas sembuh dari sakitnya, pulang ke rumah dan menjadi lebih arogan tentang Islam; bagi saya itu lebih menakutkan.

Ini benar-benar hal yang sulit. Setiap orang yang masuk Islam dan memiliki orang tua yang belum Muslim, akan menghadapi dilema dan kesulitan seperti yang saya alami. Tetapi yang pasti, jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Maka ketika saya menghadapi kesulitan, saya meminta Allah membantu saya menemukan sesuatu untuk dikatakan untuk ayah saya.

Lantas saat ia berbaring di ruangannya di rumah sakit, saya berkata kepadanya: “Ayah! Saya punya sesuatu yang sangat penting disampaikan kepada ayah; maukah ayah mendengarkan? Ayah saya tidak bisa berbicara dengan baik, sehingga ia hanya bisa mengangguk kepalanya.

Lalu saya berkata: “Saya punya sesuatu untuk dikatakan. Jika saya tidak mengatakan itu, saya akan menyesal.”

Dan kemudian saya mengatakan kepadanya, “Di hari kiamat, seorang pria akan datang menghadap Allah dan diperlihatkan sejumlah perbuatannya, termasuk perbuatan jahatnya. Tetapi Allah akan berkata kepadanya, “Anda memiliki sesuatu yang melebihi semua itu.’ Dan orang itu berkata, ‘Apa itu ya Tuhan,’ Allah berfirman, ‘Ada pernyataan yang telah Anda buat: Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya ‘”

Ayah mengatakan, “Beri saya sesuatu yang mudah untuk dilakukan.”

Saya berkata, “Jadi Ayah, ini adalah kunci ke surga. Ini adalah keberhasilan dalam kehidupan yang akan datang, bagaimana menurut ayah?”

Dan dia mengangguk kepalanya.*/Seperti diceritakan Abdur Rahim Green pada Right Islam.

Rep: Administrator

Editor: Syaiful Irwan

Beberapa judul artikel dibawah ini mungkin akan dapat melengkapi informasi yang Anda butuhkan. Untuk menyebarkan informasi bermanfaat ini, Anda dapat share ke beberapa media sosial dengan klik pada icon media sosial yang kami sertakan pada bagian bawah. Anda juga dapat meng-copy artikel ini dengan menyertakan link dari artikel ini



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: 23 Tahun Menolak Islam, Akhirnya Masuk Islam 10 Hari Sebelum Meninggal Rating: 5 Reviewed By: Rahim Tabet